Nasehat Ibnul Qayyim al-Jauziyyah:

•12/06/2009 • Leave a Comment

CARILAH HATIMU DI TIGA TEMPAT :

اُطْلُبْ قَلْبَكَ فِيْ ثَلاَثِ مَوَاطِنَ:

عِنْدَ سَمَاعِ اْلقُرْآنِ، وَفِيْ مَجَالِسِ الذِّكْرِ، وَفِيْ أَوْقَاتِ اْلخُلْوَةِ

فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِيْ هَذِهِ اْلمَوَاطِنَ

فَسَلِ اللهَ أَنْ يَمُنَّ عَلَيْكَ بِقَلْبٍ، فَإِنَّهُ لاَ قَلْبَ لَكَ

1. Pada saat mendengarkan Al-Qur’an
2. Di majelis dzikir (ba’da shalat, menuntut ilmu syar’i dan lain-lain)
3. Ketika sedang menyendiri

Jika kamu tidak mendapatkannya di tiga tempat itu, maka memohonlah kepada Allah agar memberimu hati, karena sesungguhnya kamu tidak mempunyai hati.

DO’A PENTING YANG HENDAKNYA DIMOHONKAN OLEH SEORANG HAMBA

•12/06/2009 • Leave a Comment

a. Mohon hidayah/petunjuk kepada Allah yaitu hidayah taufiq agar ditunjuki di atas jalan yang benar.
b. Mohon kepada Allah Ta’ala agar diampuni segala dosa yang dilakukan, karena setiap hari, siang dan malam seorang hamba tidak luput dari berbuat dosa dan maksiat.
c. Mohon kepada Allah Ta’ala agar dimasukkan ke Surga dan dijauhkan dari api Neraka.
d. Mohon kepada Allah Ta’ala keselamatan di dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari berbagai macam bencana dan malapetaka.
e. Mohon kepada Allah Ta’ala agar hatinya ditetapkan di atas agama dan tetap istiqamah dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya.
f. Mohon kepada Allah Ta’ala agar ditetapkan nikmat Islam, Sunnah dan diselamatkan dari segala kemurkaan-Nya.

Sumber:
Buku DO’A & WIRID karya Yazid Abdul Qadir Jawas
hal. 89 – 98 cetakan IX/Oktober 2008
Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta.

ADAB DAN SEBAB TERKABULNYA DO’A SEORANG HAMBA

•12/06/2009 • Leave a Comment

1. Ikhlas karena Allah semata. (QS. Al-Bayyinah: 5).
2. Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah Ta’ala lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan diakhiri dengannya.
3. Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a, serta yakin akan dikabulkan.
4. Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a, dan tidak terburu-buru.
5. Menghadirkan hati dalam do’a.
6. Memanjatkan do’a, baik dalam keadaan lapang maupun susah.
7. Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah Ta’ala semata.
8. Tidak mendo’akan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri. Merendahkan suara ketika berdo’a, yaitu antara samar dan keras. (QS. Al-A’raaf: 55, 205).
9. Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu memohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut.
10. Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam do’a.
11. Tadharru’ (merendahkan diri), khusyu’, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut tidak dikabul-kan). (QS. Al-Anbiyaa’: 90).
12. Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.
13. Memanjatkan do’a tiga kali.
14. Menghadap kiblat.
15. Mengangkat kedua tangan dalam do’a.
16. Jika mungkin, berwudhu’ terlebih dahulu.
17. Tidak berlebih-lebihan dalam do’a.
18. Bertawassul kepada Allah dengan Asmaa’-ul Husna dan sifat-sifat-Nya yang Mahatinggi, atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya sendiri atau dengan do’a seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya.
19. Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal.
20. Tidak berdo’a untuk suatu dosa atau memutuskan tali silaturahmi.
21. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
22. Harus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran).
23. Jika dia hendak mendo’akan orang lain, hendaklah dia memulai dengan mendo’akan dirinya sendiri.

Sumber: Buku DO’A & WIRID karya Yazid Abdul Qadir Jawas hal. 89 – 98 cetakan IX/Oktober 2008 Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.